Showing posts with label Tips Kerja. Show all posts
Showing posts with label Tips Kerja. Show all posts

3 Tipe Teman Yang Harus Dihindari Di Tempat Kerja

Gooling | 1:19 PM | 0 comments
Rekan kerja yang baik adalah yang dapat menjadikan suasana kerja biasa saja, menjadi sesuatu yang spektakuler. Ia tak hanya bersedia membantu anda, tapi juga mampu menjadi pendengar yang baik dan dapat memberikan saran bagi anda mengenai masalah yang paling sepele sekalipun.
Sebaliknya, tak sedikit juga rekan kerja yang sangat ingin mencelakakan karir anda. Ia akan melakukan berbagai cara untuk bisa menjatuhkan anda dihadapan atasan. Berikut ini tiga tipe rekan kerja yang sebaiknya anda hindari:

Tipe Pengeluh
Rekan kerja seperti ini mulutnya selalu mengeluarkan keluhan dan keluhan. Ia juga kerap melecehkan orang lain, mengejek kekurangan rekan kerjanya atau menjadikan masalah kecil dan sepele seakan sebuah masalah yang besar dan sulit dipecahkan.
Ia juga selalu mengeluhkan pekerjaannya, meski diberi pekerjaan yang ringan pun, ia akan terus mengeluh. Tidak seperti rekan kerja lainnya yang sibuk menyelesaikan pekerjaannya seserius mungkin, agar dapat selesai tepat waktu.
Rekan kerja seperti ini akan menciptakan lingkungan kerja yang tidak kondusif, ia juga menjelek-jelekkan rekan kerjanya yang rajin dengan hal yang tidak menyenangkan. Padahal setidak menyenangkan apapun, anda harus mampu melihat sisi baik dari pekerjaan anda.
Cara terbaik untuk menghadapi si pengeluh, adalah dengan mengabaikannya sama sekali. Jika tak mungkin, cobalah menghindar daripada membuat anda menjadi naik darah. Tetaplah tenang dan bersikap netral. Tanyakan pula pada atasan, apakah anda dapat bekerja secara independen atau memilih rekan kerja lainnya yang lebih dapat diajak kerjasama.

Tipe 'RaMah'
Di tempat kerja, pelecehan seksual juga bisa terjadi. Terutama bila Anda punya rekan pria yang tangannya 'rajin menjamah', seperti meremas-remas pundak, mengusap-usap punggung atau colek sana sini.
Meski berdalih ingin memberi dukungan atau semangat di saat anda kesal atau mengalami kekecewaan, namun rekan kerja seperti ini lama kelamaan akan membuat jengkel dan tak nyaman dengan tangannya yang rajin menjamah.
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menegurnya dengan berbagai alasan yang masuk akal. Bila pria tersebut masih berkeras juga, anda bisa mengadukannya ke bagian Sumber Daya Manusia (SDM) atau atasan anda langsung, mengenai ketidaknyamanan anda tersebut.

Tipe Pe-rumpi
Si tukang ngobrol tak bedanya dengan pemborosan waktu kerja, karena di setiap saat dan di segala kesempatan, karyawan tipe ini akan memanfaatkannya dengan ngobrol sana-sini. Tentu menjengkelkan bila di saat tengah menyelesaikan tugas, waktu anda terpotong hanya untuk mendengarkannya bicara ini itu?
Yang bisa dilakukan adalah mencegah si tukang ngobrol 'mencuri' waktu kerja anda yang berharga. Jangan takut untuk mengatakan padanya, kalau anda tengah sibuk dan harus menyelesaikan pekerjaan sesegera mungkin. Ia pasti akan memahami maksud anda. Semoga bermanfaat

Bahasa Tubuh Untuk Menghadapi Wawancara

Gooling | 11:42 PM | 1comments
Selain lembaran surat kelulusan dan pengalaman, bahasa tubuh menjadi salah satu pertimbangan penting saat wawancara kerja.

Jangan bosan membaca berbagai tips apa saja yang harus dipersiapkan saat menghadapi panggilan wawancara kerja. Selain surat kelulusan dan berbagai pengalaman yang Anda miliki, ada banyak pertimbangan lain yang diperhatikan oleh pewawancara untuk meloloskan Anda sebagai pegawai mereka. Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan penting adalah bahasa tubuh Anda. Yup, bahasa tubuh menjadi salah satu kunci sukses Anda.


Gugup dan cemas, bagi sebagian orang adalah hal yang wajar pada saat wawancara berlangsung. Tetapi melampiaskan rasa gugup dan cemas tersebut dalam bentuk menggaruk-garuk kepala akan menurunkan kesempatan Anda untuk lolos. Terlebih lagi bahasa tubuh yang membuat Anda tampil minus, misalnya menggoyangkan kaki atau menghentak kaki dengan suara kencang. Kemungkinan besar surat lamaran Anda akan berakhir di mesin penghancur kertas.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan, para pewawancara sering mengajukan permintaan untuk menceritakan diri calon pegawainya selama 10 menit. Dalam waktu tersebut, sebenarnya pewawancara tidak terlalu mendengarkan apa yang Anda ceritakan, karena 85% yang mereka perhatikan adalah bahasa tubuh Anda. Mereka akan menilai tekanan suara Anda, cara Anda duduk, di mana Anda meletakkan tangan, dan ekspresi wajah Anda.

Dengan demikian, bahasa tubuh menjadi hal yang harus Anda perhatikan, sama besarnya bahkan lebih dibandingkan pakaian yang Anda kenakan atau bagaimana menata rambut Anda. Greg Hartley, seorang ahli bahasa tubuh dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dan berkali-kali menjadi tim interogasi untuk pasukan tentara Amerika Serikat membagikan tips bahasa tubuh yang baik untuk Anda.

1. Tunjukkan Keramahan Dan Senyum Anda

Ketika Anda bertemu dengan tim yang akan mewawancarai Anda, berikan senyum terbaik yang bisa Anda berikan, jabat tangan mereka dengan yakin (tidak lemah, tidak juga terlalu kuat). Sekalipun Anda gugup, senyum akan membuat Anda lebih santai. Beri sapaan pada mereka, misalnya "Senang bertemu dengan Anda semua," untuk menunjukkan bahwa Anda tahu sopan santun dan antusias dengan wawancara tersebut. Ingat, senyum! Bukan tertawa atau 'terkikik' padahal tidak ada yang lucu (sekalipun memang lucu, tahan tawa menggelegar Anda).

2. Jaga Kontak Mata

Dengan rasa gugup yang datang, bukan berarti pandangan Anda boleh terus menerus menatap ujung sepatu Anda selama wawancara. Kontak mata menjadi penilaian sebanyak 60%. Jangan tergoda untuk melirik dekorasi ruangan atau apapun yang bisa mengalihkan kontak mata Anda. Fokus pada segitiga wajah (alis, hidung, bibir) orang yang mewawancarai Anda. Sangat tidak baik jika Anda menjawab pertanyaan mereka tetapi bola mata Anda berjalan-jalan menatap apa yang terjadi di luar jendela.

3. Hindari Menyentuh Wajah

Para pewawancara juga akan menilai bagaimana Anda beradaptasi selama wawancara. Akan lebih baik jika awalnya Anda gugup, tetapi lama-kelamaan menjadi lebih rileks dan menjawab berbagai pertanyaan dengan mantap. Kalaupun Anda masih gugup selama wawancara, hindari untuk menyentuh wajah Anda, baik itu hidung, mulut atau leher. Mengapa? Karena pewawancara akan menganggap Anda sedang menyembunyikan sebuah kebenaran (berbohong). Sekalipun tidak selalu begitu, hindari menyentuh wajah Anda selama wawancara.

4. Jari Dan Tangan Mengatakan Siapa Anda

Tidak hanya wajah dan bibir Anda yang akan diperhatikan pewawancara, posisi jari dan tangan Anda mengatakan siapa diri Anda lebih dari yang Anda bayangkan. Kedua jari tangan yang saling tergenggam menunjukkan Anda orang yang tertutup. Jempol bertumpu pada jempol yang lain menunjukkan Anda harus selalu diyakinkan sebelum melakukan sesuatu. Posisi yang paling baik adalah meletakkan tangan Anda di atas meja dengan terbuka. Anda akan menyiratkan sisi percaya diri dan terbuka. Sekalipun Anda memang percaya diri dan tidak gugup, jangan pernah menyilangkan kedua tangan Anda di depan pewawancara! Sikap itu akan membuat Anda tampak arogan, bosan dan tidak tertarik dengan wawancara tersebut.

5. Postur Tubuh

Postur tubuh Anda juga menjadi penilaian selama wawancara berlangsung, bukan berapa tinggi badan Anda, tetapi pada bagaimana posisi Anda. Pada saat Anda duduk, tarik sedikit bahu Anda ke belakang dan buatlah posisi tegak pada punggung Anda. Posisi itu akan membuat Anda tampak kuat dan percaya diri tanpa berlebihan. Selain itu, posisi tersebut akan membuat napas Anda lebih teratur dan membantu Anda mengatasi rasa cemas yang datang saat wawancara berlangsung.

Untuk hasil yang lebih baik, tentu akan lebih baik jika Anda berlatih bagaimana duduk tegak yang baik dan meletakkan tangan di atas meja agar tidak terkesan kaku. Selamat menikmati wawancara Anda, tetap tersenyum dan sukses untuk Anda!
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Googling Info - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger